Seorang karyawan menghadap ke bosnya. Ia berkata dengan serius, “Bapak sebaiknya menaikkan gaji saya, sekarang juga."

Atasan : Apa alasannya?" tanya si bos dengan sinis tanpa menoleh sedikit pun


karyawan: Perlu Bapak ketahui, sekarang ini sudah ada lima perusahaan besar dan bonafid yang sedang mengejar-ngejar saya."

Kali ini si atasan menoleh, dengan penasaran ia bertanya, "Oh, ya? Perusahaan apa saja itu?" tanyanya dengan nada cemas

Karyawan:Citibank, PAM, PLN, TELKOM, dan terakhir BTN."

gguuuubrakkkkk....%^&(*^%^$% (itu semuakan tagihan)

Semoga terhibur
Ada seorang Arab nakal. Mendengar akhir-akhir ini para pencopet merajalela di bis-bis dan metromini, timbul ide kreatif untuk mengerjain pencopet-pencopet tersebut. 


Dia pergi ke terminal Pulogadung untuk naik bis jurusan Cengkareng, si Arab sengaja pakai celana yang tidak punya kantong belakang dan kantong sampingnya sengaja dia bolongin, dan khusus hari ini tanpa celana dalam.

Belum lama bis berangkat dari Pulogadung, seorang copet mendekati si Arab, kelihatan ada sesuatu yang berharga di kantong samping si Arab. Begitu ada kesempatan bagus, si pencopet memasukkan tangannya ke kantong samping si Arab, eh .... anunya si Arab kepegang.

Dengan santai si Arab menoleh ke si pencopet dan berkata: “Ente lepas ..... Ane teriak”. Terpaksa si pencopet melakukan tugas baru sampai ke terminal Cengkareng...

hehe......pegang tuh sampai puas

Semoga terhibur
Jika kita merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera. 


Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46).

Rasulullah Saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”

Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik.
Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan.

Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas. Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas.

Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam.”
(Al-An’am: 162).

Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”

Rasululloh saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Alloh seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.”

Rasululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”


Semoga bermanfaat
Polisi : Gimana kejadiannya, kamu menabrak 50 orang dalam suatu kecelakaan mobil!?

Jony : waktu ngendarain mobil, kecepatannya 95 km/jam. Waktu di pertigaan, baru nyadar kalo remnya blong, dibelokan kiri ada dua orang pria, sedangkan dikanan ada pesta ulang taun manula. Kalo bapak milih yang mana?

Polisi : mendingan ke kiri, korbannya bakalan lebih sedikit.


Jony : iya, saya juga mikir gitu pak!

Polisi : tapi kenapa orang yang sedang ngerayain ultah kena juga?

Jony : nah, masalahnya kan tadi saya milih nabrak dua orang pria yang dikiri. Eh, yang ketabrak cuman seorang, seorang lagi lari ke pesta ultah yang ada dikanan, ya udah..saya kejar sampe ke pesta ultah pak!

Polisi : :Huuuuhhhh Dasarrrrr Somplaxxxx

Semoga terhibur
Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk.
Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. 

Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel.

"Wah..., ini pasti wartawan TV yg mau mewawancarai aku...", pikirnya dalam hati.

Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata: "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini..."

Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau 'kepentingan rakyat' keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tersebut.

"Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai..."


Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata: "Maaf pak..., kami datang kesini mau memasang saluran telepon bapak..."

Semoga terhibur
Abdurrahman bin Auf adalah salah satu contoh enterpreuner masa Nabi yang seluruh usahanya semata-mata karena Allah.


Sedekahnya tidak berbilang.  Disebutkan  bahwa beliau menyedekahkan ½ hartanya di masa Rasulullah.

Beliau juga pernah berinfaq 40.000 dinar (setara 86,2 milyar lebih  jika 1 dinar saat ini sama dengan Rp 2.156.414), 500 kuda, 500 kendaraan untuk jihad di jalan Allah.

Setiap hari beliau belanjakan hartanya untuk membebaskan 30 budak. Ja’far bin  Burqan mengatakan, Abdurrahman bin Auf telah membebaskan 30.000 budak.

Ketika wafat beliau mewasiatkan hartanya untuk 100 sahabat yang ikut perang Badar masing-masing dengan 400 dinar atau masing-masing 862 juta lebih (al Ishobah IV/290-293).

Dalam riwayat lain masih banyak lagi.

Sifat-sifat yang bisa dicontoh dari Abdurrahman bin Auf:

1. Keberhasilan beliau menundukkan cinta dunia.  Sangat bertolak belakang dengan Paman Gober – tokoh imajiner Walt Disney.  Paman Gober merupakan ilustrasi kekikiran orang kaya, yang bahkan tahu jika sekeping uangnya hilang.  Hanya sekeping.  Padahal dia punya bergudang keping uang.

2. Harta Beliau didapat dengan cara berkah, sesuai dengan tuntutan agama.

3. Dengan infaq sebanyak itu pun beliau masih belum tenang memikirkan nasibnya apakah dia bisa masuk surga. 

4. Perjuangan beliau tidak hanya dengan hartanya tetapi beliau juga berkiprah di medan laga. 

Abdurrahman bin Auf adalah sosok yang tak pernah kering teladannya.  Menjadi tauladan bagi entrepreneur dan para pejuang di jalan Allah.

Semoga upaya kita dalam mencari dunia semata-mata karena untuk perjuangan karena Allah SWT.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Rab,  terimalah amalan kami, kami telah berbagi.

Semoga kita bisa mengamalkan. 
aamiin.


Semoga bermanfaat
Ini adalah kisah horor saat mau pergi ke luar kota pake Bis. Saat malam itu datanglah seorang bapak tua yang menjualkan buku pada Udin.

Pak Tua : Beli buku dek...??
Udin: Buku Horor ada ngak Pak..??
Pak tua : Ada den..nih... judulnya "Bis maut"
Udin : Berapa harganya pak...??
Pak tua : 150.000 den...
Udin: hah...mahal banget pak?? uang saya cuma 160.000 trus nanti masa nanti jalan kaki
Pak tua: aduuuhh..den..ini buku best seler..langka den pokoknya seram deh


akhirnya 
Udin beli buku itu...walau duit cuma 10.000 buat ntar nyambung angkot kerumah.. Udin bela-belain beli nih buku

Pak tua: denn..saya pesan buat aden..nanti kalo dah selesai baca bukunya ..nanti halaman terakhir buku itu jangan di baca yah.. soalnya terakhir orang yang membaca halaman terakhir buku itu langsung meninggal jantungan.. karena seramnya..!!!
Udin : iya..pak..

lanjut deh 
Udin baca buku itu, ternyata emang seram banget apalagi suasana dakam Bus sepi dan hari udah malam, dan malam jumat lagi...?? lagi bikin bulu kuduk merinding.... dan akhirnya sampailah Udin pada halaman akhir buku itu....
Udin penasaran dong.. masa sih halaman terakhir ini lebih seram.. padahal kan ceritanya udah hampir habis. Akhirnya Udin beranikan diri untuk membuka halaman terakhir buku itu

Tertulislah dihalaman terakhir itu

Penerbit: Cv. Mandala Jaya
Judul Buku : Bis Maut
Kategori : Horor
Harga : Rp 15.000
Udin: somprett dahhh...%&%&^$^%*(*%^
Harga buku cuma 15.000 gue beli 150.000
pantes ajah orang terakhir yang beli nih buku kumat jantungnya di tipu ma tu Pak tua....
Udin: Grrrr...rrhhh (ayan kambuh...!!!)

Semoga Terhibur
Sayangnya banyak diantara kita yang patuh kepada manusia sedangkan kepada Allah Swt begitu malas untuk patuh.


Ada hikmah yang saya dapatkan ketika bekerja di sebuah perusahaan.

Pada suatu malam melalui telepon, pimpipinan meminta saya datang ke kantor. Padahal saya baru saja tidur dan tubuh terasa lelah. Namun saya tetap pergi ke kantor. Saya heran kalau Allah Swt memanggil melalui adzan untuk menghadap-Nya, mengapa malas untuk datang.

Dalam kesempatan lain pimpinan meminta saya untuk berbaju rapi, datang tepat waktu, disuruh ini disuruh itu. Bahkan ada yang meminta saya untuk mandi dan memakai minyak wangi karena tubuh saya bau.
Padahal dia sendiripun bau, tapi saya diam karena kuatir menyinggung perasaannya. Saya berpikir mengapa saya mau melakukan apa yang diperintah manusia?

Ternyata jawabannya karena saya berharap mereka memberikan imbalan dan pertolongan.

Sungguh aneh, bukankah Allah Swt lebih kuasa untuk memberikan anugrah dan pertolongan. Lalu mengapa tidak taat kepada-Nya.

Hal ini mungkin juga dialami oleh kita. Jangan pernah lupa bahwa hanya Allah Swt lah yang Maha Adil dan Maha Pemberi.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Semoga Bermanfaat
Seorang nenek genit masuk ke BI (Bank Indonesia) dengan sekoper uang, Ia minta dipertemukan dengan Gubernur BI

Nenek : "Saya akan buka rekening, dengan simpanan jumlah yang sangat besar!"
Staff BI ragu, tapi akhirnya membawa si nenek ke ruangan Gubernur BI.


GBI: "Berapa banyak uang yang akan disimpan?"

Sambil meletakkan koper uang di meja,
Nenek: "Rp. 1 milyar!! Tunai !!"

Penasaranlah Pak GBI,
GBI: "Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?"

Nenek: "Saya menang tebak-tebakan.."

GBI: "Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?"

Nenek: "Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!"

GBI: "Apa?? Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar.. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu!"

Nenek: "Anda Berani bertaruh?"

GBI: "Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!"

Nenek: "Ok, ini menyangkut uang gede, Bisa saya ajak pengacara ke sini besok jam 10 pagi?"

GBI: "Silahkan saja!"

Malamnya GBI, ia berdiri tanpa pakaian di depan cermin dan memastikan telurnya tidak kotak.. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak.. Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan Rp. 50juta..

Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu datang dengan pengacara ternama dan terkenal. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin..

Nenek: "Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yang kotak?"

Mengangguk setuju,
GBI: "Okay!!"

Nenek itu minta Gubernur buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya...

GBI: "Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50 juta tidak kecil.. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.."
Pada detik yang sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, pengacaranya terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding..

GBI: "Ada apa dengan pengacara itu?"

Nenek ini menjawab kalem,
Nenek: "Ndak apa-apa. Saya cuma bertaruh dengannya Rp.250 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!!"

Haha………….


Semoga Terhibur
Orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam....


Walaupun memiliki anak yang banyak.
Rumah dan halaman pun tetap luas.
Bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun.
Dan semua anak-anaknya bersekolah.

Sekarang....

Banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya.
Tapi.....
Rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita.

Dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan.
Ada yang salah dengan cara hidup orang MODERN.

Orangtua kita hidup tanpa banyak ALAT BANTU.
Tapi TENANG menjalani hidupnya.

Sementara kita yang dilengkapi dengan mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, i-pad, ruangan ber AC dll.........

HARUSNYA mempermudah hidup ini.
TAPI TERNYATA TIDAK TIDAK TIDAK.

Sampai-sampai, tidak sempat kita MENIKMATI HIDUP,
karena semuanya dilakukan TERBURU-BURU.

Berangkat kerja, TERBURU-BURU...
Pulang kerja, juga TERBURU-BURU...
Makan siang, TERBURU-BURU...
Di lampu merah, TERBURU-BURU...
Berdoapun, TERBURU-BURU...
Bahkan sholatpun, TERBURU-BURU...

Hanya MATI........
Yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU

Karena ketakutan akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam MEMBERI... DENGAN KELUARGA DAN KEDUA ORANG TUA...

Sementara  Tuhan tidak pernah hitungan dalam memberi rejeki kepada kita.
Bahkan karena lebih takut kehilangan pekerjaan, kita berani melewatkan Ibadah. Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini.....???


Apa yang terjadi pada diri KITA SEBENARNYA.

Renungkanlah

Semoga Bermanfaat

Popular Posts