Makruh maknanya dikerjakaan tidak berpahala dan ditinggalkan tidak berdosa. 

Ada delapan, berpahala jika ditinggalkan oleh orang yang berpuasa sebagai bentuk dari melaksanakan perintah Allah.

1. Mengunyah, tanpa adanya sesuatu yang masuk kedalam, jika ada yang masuk kedalam maka puasanya menjadi Batal.

2. Mencicipi makanan tanpa adanya keperluan, serta tidak ketelan masuk ke dalam, adapun jika mencicipi makanan karena adanya keperluan maka Hukum nya tidak Makruh.

3. Berbekam. Yaitu mengeluarkan darah. dimakruhkan agar keluar daripada silang pendapat Ulama' . Karena dapat membuat lemah bagi yang berpuasa.

4. Memuntahkan air setelah berbuka puasa, yaitu mengeluarkan nya melalui Mulut, yang demikian dapat menghilangkan keberkahan Puasa. Yang sunnah adalah menelan yang masih tersisa di mulut.


5. Mandi dengan menyelam, walau mandinya  mandi wajib. Maka Hukum nya Makruh dan batal jikalau masuk telinga dgn cara menyelam lain halnya dgn pakai gayung

6. Bersiwak setelah tergelincirnya matahari, karena dapat menghilanglan bau mulut. (bau mulutnya orang berpuasa) akan tetapi Imam Nawawi memilihnya tidak Makruh.

7. Telalu banyak kenyang dan banyak tidur. Dan melakukan sesuatu yang tak ada faedahnya, sebab hal yang demikian dapat menghilangkan faidah Puasa.

8. Memperolehi syahwat yang diperbolehkan, melalui penciuman, penglihatan atau pendengaran.

Referensi : Kitab Taqriratus sadidah fi masa'ilil mufidah.

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, niscaya Allah fahamkan ia Urusan Agama.

Semoga Bermanfaat
Si Dedi urang nya sok/piragah akrab, bajalanan karumah kai tuha tetangga hanyarnya. 
"apa habar kai? Ulun Dedi tetangga sabalah rumah pian". 
"Uuh.., iya kah? Sini duduk.." ujar si Kai...

Pas bependeran, di mija ada  kacang mete (jambu warik) satu stoples.

"Kai ulun rasai metenya lah...?" Ujar Dedi

"Iya, iyaaa, ambil haja.." jar Kai.

Saking asyik bakesahan, kada tarasa Dedi sudah mahabisakan kacang mete satu stoples...

"Wah kai, metenya nyaman banar.. habis nah ulun hanyup saurang ma'af banar kailah?"

"Kada apa-apa... Kai sudah kada kawa mamakan  itu lagi, gigi Kai udah rumpung, sudah baganti gigi palsu.. nahh ikam malihat kalu gipal ku .. kada hingkat mangunyah... Syukur kalu bisa habis... sudah lawas Kai mangumpulakan mete itu..."

"Oo.... Maulah sorang lah Kai..?"

"Kada jua....., itu dari coklat SILVER QUEEN. Kai kinyut sampai habis coklatnya, tinggal metenya Kai kumpuli sampai hibak satu stoples itu... kalau Dedi habisi ya syukur alhamdulillah...

Si Dedi langsung muak aliaz muntah... taingat gigi palsu kai....

Mudahan Tahibur
Di sebuah minimarket, seorang pemuda diikuti oleh seorang ibu, ketika hampir mendekati antrian di kasir, si ibu yang sekarang ada didepan pemuda bilang,


Ibu: "Nak, maaf... kalo tadi ibu ngikutin kamu terus, mungkin kamu ngerasa nggak nyaman.

Tapi itu karena kamu mirip sekali sama anak saya yg baru meninggal."

Pemuda: "Oh, ya nggak apapa, Bu!."

Ibu: "Ibu punya satu permintaan, boleh? "

Pemuda: "Apa itu bu? "

Ibu: "Ketika ibu pergi, katakanlah ‘DAH MAMAAH’ bisa kan? "

Pemuda: "Baiklah bu !"
*Si ibu yang di depan pemuda ngasih barang kekasir, dan menatap sang pemuda terakhir kalinya...*

Pemuda: "DAH... MAMAAHH...!"
*Si pemuda ngasih barang ke kasir buat diitung*

Pemuda: "Semuanya jadi berapa mas?"

Kasir: "Satu juta dan sekian ratus ribu rupiah... "

Pemuda: "Wahh... Koq... Mahal amat? Aku 'kan cuma beli rokok aja"
 
Kasir: "Ibu tadi bilang barang belanjaannya dibayarin sama anaknya."

Si pemuda : Gleekkg!!!

*Hati-hati Penipuan jenis baru.!* Mama minta Dadah.
Di dalam Hadits Qudsi: 

Allah azza wa jalla berfirman:

"Setiap amal manusia kembali padanya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu hanya untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya sendiri……”

Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam bersabda, Syurga senantiasa berias diri dari tahun ke tahun ketika memasuki bulan suci Ramadhan. 


Bila malam pertama tiba dari bulan Ramadhan, menghembuslah angin dari bawah Arasy, yang disebut dengan angin Mutsirah.

Daun-daun syurga saling bertepuk, dahan-dahan dipangkas, lalu terdengarlah lonceng berbunyi yang tak pernah terdengar oleh orang yang mendengar karena indahnya.

Sedangkan bidadari-bidadari bersolek hingga mereka berada di bawah kemuliaan syurga. Mereka lalu memanggil-manggil : Adakah yang melamar kepada Allah Ta’ala lalu mengawini mereka ?

Lalu mereka bertanya kepada Malaikat Ridhwan, “Malam apakah ini?”

Lalu Malaikat Ridhwan menjawab, “Wahai bidadari-bidadari kebajikan, inilah malam dari bulan Ramadhan, pintu-pintu syurga dibuka bagi orang-orang berpuasa dari kalangan umat Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam.

Lantas Allah Ta'ala memerintahkan, “Wahai Ridhwan bukalah semua pintu syurga!

Wahai Malik, tutuplah semua pintu neraka Jahim dari orang-orang yang berpuasa dari umatnya Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam.

Wahai Jibril turunlah ke muka bumi, belenggulah kedurhakaan syetan-syetan dengan berbagai belenggu. Lalu buanglah mereka ke tengah lautan hingga tidak bisa merusak lagi atas ummat Kekasih-Ku Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang sedang berpuasa”.

Nabi Shallallahu `alaihi Wa Sallam melanjutkan,
“Allah Ta'ala berfirman, setiap malam di bulan Ramadhan tiga kali:
Adakah orang yang memohon, Aku akan memberikan permintaannya.
Adakah orang yang taubat, Aku menerima taubatnya.
Adakah orang yang meminta ampunan, maka Aku akan mengampuninya?”

Semoga bermanfaat
Untuk anak-anak kita,  ke dua orangtua dalam hidupnya banyak berbuat kebohongan :
                              
1. Ketika Ibu/bp hendak/mau makan melihat anaknya, jika makan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata , makanlah ibu tidak lapar nak.

2. Saat makan, Ia slalu menyisikan ikan/daging untuk anaknya dan berkata,ibu/bp  tidak suka Ikan/daging,makanlah nak

3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata Istirahatlah nak,ibu/bp  belum kantuk. 
                                      .                                        
4. Saat anak sudah bekerja,mengirimkan uang untuk Ibu/bp, Ia berkata simpanlah nak untuk keperluanmu, ibu/bp masih punya?"

5. Saat anak sudah sukses, anaknya menjemput ibu/bp nya untuk tinggal di rumah besar, lantas berkata,rumah tua kami sangat nyaman nak,kami tidak terbiasa tinggal di sana

6. Saat menjelang tua, ibu /bp sakit keras,anaknya menangis tetapi ibu /bp masih bisa tersenyum sambil berkata, jangan menangis nak ibu/bp tidak apa-apa. Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat Ibu.

Tidak peduli seberapa kaya kita,seberapa dewasanya kita, ke2 ortu selalu menganggap kita anak kecilnya, menghawatirkan diri kita tetapi kita tidak pernah menghawatirkan hidup ke2 ortu.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan ke2 ortu   kita karena beliaulah Malaikat nyata yang di kirim TUHAN

Semoga bermanfaat

Rahatan baisukan di balakang rumah.
Cucu: "Nini. pian lagi maapa?"
Nenek: "Nini lagi nyari daun nyiur nah."
Cucu: "Gasan apa daun nyiur ni..?"
Nenek: "Gasan diolah katupat, Sayang."
Cucu: "Katupatnya gasan apa ni..?"
Nenek: "Gasan dimakan kaena."
Cucu: "Ohh kaena kah. Amun wahini pang nini lagi maapa..?''
Nenek: "maambil daun nyiur. Hih!"
Cucu: "Gasan apa?"


Nenek: "Gasan diolah katupat. Udah nini sambat kalo tadi?"
Cucu: "Ketupat tu gasan apa ni?"
Nenek: "Ya gasan dimakan.
Cucu: "Ohh kaitu kah Ni."
Nenek: "Iya. Sudah tulak bamainan gin ikam. Jangan ganggu nini."
Cucu: "Kenapa?"
Nenek :"Nini lagi sibuk."
Cucu: "Sibuk apa garang ni?"
Nenek: "Nyari daun nyiur. Tuhuknya sdah nini sambat tadi."
Cucu: "Daun nyiur gasan apa?"
Nenek: "Gasan maolah KATUPAT! KATUPAT! KATUPAAAAT!!!"
Cucu: "Nini bapandir lawan siapa garang?"
Nenek:"Lawan ikam pank!!"
Cucu: "Kanapa kuciak- kuciak? Ulun ada ae dihiga pian nah."
Nenek: "Ikam tu pank kada paham-paham, tutulian kaya abahmu! Kada malihatkah ninimu rahatan sibuk bagawi?"
Cucu: "Manggawi napa garang pian ni?"
Nenek: "Arrrrrghhhhhhh h!!! NYARI DAUN NYIUR PANG... Bongol ae!"
Cucu: "Daun nyiur gasan apa Ni?"
Nenek: "Ya Alloohh... Bongolnya cucu ku nih. Gasan di makan tu pank!"
Cucu: "Dirumah ada ae Baras Ni ae. Kanapa nini handak makan daun nyiur?"
Nenek: "Cucu nini nang paling langkar, lucu, pintar, bungas... Sebelum nini kana stroke, ikam bajauh haja gin sudah, nini handak bagawi. Jangan ganggu?"
Cucu: "Knp dapat stroke?! Jadi sabujurannya nini nyari daun nyiur atau nyari stroke? Stroke itu apa garang ni? hijau jua kah kaya daun nyiur?"
Nenek: "Adohh. Dasar cucu bangang! Mangidam kalambuai kah kuwitanmu bahari? Goblok banar!"
Cucu: "Golok? Ulun ni orang Ni ae, laen golok. Nini stress kah?"
Nenek: "Iya aku stress! Aku sakit kapala! Aku pusing 7 tanggiling! Aku handak gila! Aku stress stress stress!!!"
Cucu: "Amun mancari daun nyiur tu maolah stres.. Kanapa nini hakun mancari daun nyiur?"
Nenek: "CUKUP!!! JANGAN BATAKUN LAGI..!!! LAKAS BULIK KALO KU TIMPAS"
Cucu: "Inggih ni ae.. Kd usah manyanyarik gin.. Ulun bulik jua ae.. Pian umpat bulik kah ni..??"
Nenek: "KADA! Nini lagi bagawi!"
Cucu: "Bagawi apa Ni..?"
Nenek: "Mancari daun Nyiur!"
Cucu: "Daun Nyur gasan apa Ni?"
Nenek: *mati bediri*
Dari Abu Said Al-Khudri RA, Nabi SAW bersabda yang artinya: Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” [HR. Muslim]

Catatan penting..

Tidak ada keluarga yang sempurna namun tidak ada kesempurnaan tanpa keluarga. Itulah kata-kata penutup dari host ternama di sebuah acara kuis tv swasta.

Ya, memang demikianlah tidak ada keluarga yang sempurna. Dengan menyadari hal ini maka setiap pasangan haruslah saling menjaga dan merawat kepercayaan, menjaga aib pasangan dan keluarganya sebagaimana ia tidak membuka aibnya sendiri kepada siapapun.


Hadits di atas pada dasarnya melarang suami membicarakan rahasia istrinya di atas ranjang namun sebenarnya dipahami bahwa larangan ini berlaku juga kepada istri.

Setiap pasangan janganlah menyebar aib pasangannya kepada orang lain. Banyak istri memiliki kebiasaan curhat kepada teman kerja atau sahabat bahkan ada yang mengobral aib pasangannya melalui sosial media.

Secara sadar atau tidak, hal ini akan membuat masalah semakin keruh dan runyam serta sulit diuraikan bahkan tak jarang mendatangkan keretakan rumah tangga.

Menjelek-jelekkan keadaan pasangan dan keluarga di hadapan orang lain adalah hal yang tercela. Demikian perlu di perhatikan 

Semoga  bermanfaat
Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. 


Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.
Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”

“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :
“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar-binar matanya “Ya Allah terima kasih banyak Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya untuk beli obat cucu yang lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”

“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.

“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

”Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”

“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :
” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”

“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :
“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :
“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya “Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”
Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik…

Aku bergegas menuju  Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.
Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Sahabat ada kalanya seorang anak lebih jujur dari pada orang dewasa,ajarkan lah anak-anak kita dari dini lagi, agar di kemudian hari kita orang tua menuai hasilnya dari kebaikan si anak!,

Semoga bermanfaat.
Karena menurut survey yang dilakukan oleh dr.  Al Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci  Al Qur'an baik bagi  yang mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.  Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.
Hal ini dikuatkan lagi oleh penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. 


Lalu mengapa di dalam Islam ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara ? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.
 
Berikut penjelasan logisnya :

1.     Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.
Nah sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.
Hal ini artinya harus dengan suara.
Maka muncullah terapi suara.
Ditemukan oleh Alfred Tomatis seorang dokter di Prancis. Sementara Dr. Al Qadhi menemukan bahwa
Membaca Al Qur'an dengan bersuara, memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

2.   Penelitian berikutnya membuktikan sel kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.
Dan kembali terbukti bahwa membaca Al Qur'an memiliki dampak hebat dlam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

3.     Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al Qur'an dan disaat yang sama , sel-sel sehat menjadi aktif.
Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi.
QS Al Isra' : 82. Ayo buka ayatNYA

4.     Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini makin getol baca Qur'an adalah karena menurut survey :
suara yang paling memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuh adalah suara si pemilik tubuh itu sendiri !
QS 7  : 55, QS 17: 10 Ayo buka..selamat baca Al Qor an...

Semoga bermanfaat
Info Bermanfaat Saat Sahur Dan Berbuka

PAPDI (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam)

Dari dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memberikan tips lancar jalani puasa secara umum untuk seorang berusia lanjut dan juga semua kalangan.


Saat sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi. Pasalnya, dua asupan tsb membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.

Saat berbuka puasa dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi.

Mengonsumsi pisang saat berbuka sangat baik bagi tubuh Anda, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung, cc koroner dan hipertensi.

Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula. Hal ini bisa cepat mendatangkan rasa haus ditengah Anda menjalani puasa nantinya.

Konsumsi air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda lancar beraktivitas esok harinya.

Hindari terlalu banyak makanan es, karena memudahkan Anda kenyang. Dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh.

Selamat menjalankan ibadah shaum dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. Semoga diberi kelancaran, kesehatan dan khusyu' serta ikhlas menjalaninya.

Semoga Bermanfaat
Jaman sekarang, banyak sekali orang yang lebih peduli terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) daripada mengindahkan perintah serta larangan Allah dan Rasulullah SAW, termasuk dalam dunia perniagaan. Namun, setiap pelanggaran agama yang mereka lakukan, sekalipun beralasan demi rasa kemanusiaan, atau alasan lain yang dibungkus dengan jargon semisal demi kehormatan Islam di mata kaum minoritas non muslim, jika jual belinya itu melanggar syariat, maka tetap saja akan diancam siksa oleh Allah di akhirat kelak.

Dalam dunia hukum halal dan haram, jika syariat sudah menentukan hukum terhadap suatu barang, maka tidak akan dapat berubah sekalipun produk hukum tersebut dikritik atau disanggah oleh jutaan manusia, karena setiap orang itu harus tunduk terhadap hukum syariat, bukan hukum syariat yang harus menyesuaikan terhadap perkembangan jaman.

Berikut adalah salah satu contoh dialog Rasulullah SAW dengan para shahabat tentang kokohnya hukum yang telah ditentukan oleh syariat, dan tidak menerima usulan serta saran dari seseorangpun di antara umat Islam. 


Dari Sy. Jabir RA beliau memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan jual beli arak (minuman keras) dan bangkai, begitu juga jual beli babi dan berhala.”

Para shahabat bertanya, “Bagaimana dengan lemak bangkai ya Rasulullah? Sebab lemak bangkai berguna untuk cat  perahu, minyak kulit, dan minyak lampu.”

Baliau menjawab, “Tidak boleh, semua itu haram. Celakalah orang Yahudi tatkala Allah mengharamkan bangkai, mereka menghancurkan bangkai itu sampai menjadi minyak, kemudian mereka jual minyaknya, lalu mereka makan uangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di bulan suci Ramadlan ini, ternyata masih banyak para pedagang di warung-warung nasi yang sengaja jualan di siang hari, demi memenuhi para pembeli dari kalangan umat Islam namun sengaja enggan berpuasa karena kemalasan dan meremehkan syariat berpuasa.

Maka baik para pembeli yang tidak berpuasa bukan karena udzur syar’i serta para penjualnya, kelak akan mendapat ancaman siksa neraka dari Allah.

Abu Umamah menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda:

”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Naiklah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya, ”Suara apa itu?” Mereka menjawab, ”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.

Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah”.

Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya, ”Siapakah mereka itu?”

Rasulullah SAW menjawab, ”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 7/263, Al Hakim 1/595 dalam mustadraknya).

Karena para penjual nasi di siang hari kepada para pelanggar syariat puasa, sama saja dengan membantu orang yang sengaja menentang perintah Allah, maka para penjual  macam demikian ini juga akan mendapat ancaman siksa yang sama dengan para pembelinya.

Semoga Bermanfaat
Untuk Mendapatkan Rezeki Yang Banyak

Mutaalim - Sayyidina Abu Ja'far Nashiruddin bin Muhammad bin Muhammad bin Al-Hasan Ath-Thusi, beliau seorang filosof dan sangat Alim dalam ilmu Aqliyah & memiliki banyak karangan penting, wafat di Baghdad (597-672 H)


Beliau menyebutkan di dalam Kitab "Adab Al-Muta'allimin" ;

Diantara yang menghalangi rizqi adalah :

1.     Durhaka kepada ke dua org  tua
2.     Tidur dipagi hari
3.     Malas-malasan
4.     Banyak tidur,
5.     makan dan minum dalam keadaan junub( hadas besar),
6.     Menyapu rumah pada malam hari
7.     Membiarkan sampah di dalam rumah
8.     Berjalan mendahului orang tua
9.     Mencuci tangan dengan tanah (kecuali untuk mencuci najis Mugholazhah)
10.  Duduk di tangga
11.  Berwudu di tempat buang hajat/deket dengan wc
12.  Menjahit pakaian tanpa melepasnya dari badan
13.  Mengeringkan  anggota badan  / wajah dengan pakaian
14.  Membiarkan sarang laba-laba di dalam rumah,
15.  Menganggap enteng shalat
16.  Mematikan pelita/lilin dgn nafas (tiupan)
17.  Dan tidak pernah mendo'akan orang tuanya,

Semua hal yg disebutkan diatas itu menyebabkan kefakiran/kemiskinan, (MN.8642)


Semoga  bermanfaat.
Pertama memandang indah dunia. Inilah keinginan yang mendorong manusia untuk hidup selama-lamanya demi menikmati keindahan itu, bermewah-mewahan, semuanya menuruti napsu keserakahan tidak membedakan halal atau haram.


Kedua penghormatan manusia kepada mereka yang berharta. Inilah yang menyebabkan manusia suka berbangga-banggaan dan bersaing harta..(padahal semua itu tidak dibawa mati)

Ketiga prasangka bahwa tanpa harta dunia dia tidak dapat hidup. Inilah yang menyebabkan manusia menjadi kikir dan takut miskin.kena tidak ada keimanan yang mantap 

auzubillahi min jalik...

“ya allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, Sang Cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai kekasih allah.”

Semoga bermanfaat...
Udin pergi ke sebuah supermarket untuk membeli perlengkapan rumah tangga dengan menaiki sepeda motor. Pada saat tiba di halaman supermarket tersebut, terlihat olehnya tulisan besar "BEBAS PARKIR". "Wah enak nih" pikirnya.



Selesai membeli berbagai keperluan yang dibutuhkan dan membayarnya, dia kemudian pulang. Di halaman parkir minimarket itu, dia langsung menaiki motornya dan menyalakannya. Pada saat dia akan menjalankan sepeda motornya, tiba-tiba si tukang parkir berteriak,

"Mas, uang parkirnya mana?". Merasa heran Udin tersebut balik bertanya,

"Lho pak, khan di sini bebas parkir, berarti tidak perlu bayar dong?".

Si tukang parkir balik menjawab, "Lho memang betul mas di sini bebas parkir, sampeyan bisa parkir di sana, di sini, di depan sana, di sebelah kanan, kiri, terserah bebas kok. Cuma kalau pulang tetap harus bayar".

Semoga Terhibur


Popular Posts